Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Mempunyai tumbuh yang ideal tentu tidak mudah, apalagi jika kamu memiliki lemak diperut yang terus ditimbun secara terus menerus tanpa memperhatikan pola makan. Lemak tersebut, selain mempengaruhi penampilan, bisa juga mempengaruhi kesehatan secara keselutuhan, dan dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam jenis penyakit.

Penyebab adanya timbunan lemak diperut juga cukup beragam, dimana salah satunya dari sebuah kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan buruk tersebut, menurut sains yang bisa mengakibatkan penimbunan lemak di perut. Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini.

Tidak Cukup Tidur

Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Kebiasaan pertama, penimbunan lemak diperut juga dapat ditimbulkan bila kamu tidak cukup tidur. Menurut hasil penelitian dari Wake Forest, seseorang yang durasi tidurnya hanya 5 jam atau kurang dari 5 jam, pasti setiap 2 ½ kali lebih banyak mempunyai penimbunan lemak pada bagian perut.

Sebaliknya, apabila orang-orang mempunyai durasi tidur lebih dari 8 jam, maka penimbunan lemak kurang dari itu. Maka dari itu, National Sleep Foundation juga menyarankan untuk memperbaiki durasi tidur minimal 7 jam hingga 8 jam per hari bagi orang dewasa disetiap malamnya.

Scroll Media Sosial di Tempat Tidur

Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Munculnya lemak di perut juga dapat diakibatkan oleh kebiasaan kaum milenial, seperti rebahan sembari scroll media sosial miliknya diatas tempat tidur. Terlebih, jika kebiasaan ini dilakukan pada malam hari saat menjelang tidur. Lantas mengapa demikian? Karena hal ini bisa membuatmu terjaga lebih lama.

Tahukah kamu? Cahaya yang dipancarkan oleh gadget bisa menekan produksi melatonin pada otak, sebagai hormon tidur utama bagi tubuh.

Saat hal itu terjadi, maka kamu akan mengalami kesulitan tidur. Hasil studi lainnya berasal dari Pediatric Obesity, ditemukan bahwa siswa yang mempunyai akses ke dalam satu perangkat elektronik di kamar tidur, 1,47 kali lebih memungkin untuk mengalami kelebihan berat badan dibanding orang-orang yang tak mempunyai perangkat elektronik di kamar tidur.

Makan Terlalu Cepat

Sebenarnya organ diperut membutuhkan waktu sekitar 20 menit, untuk memberitahu otak bahwa sesuatu yang sedang dikonsumsi sudah cukup. Lalu untuk orang yang makannya lebih lambat, justru mengkonsumsi 66 kalori lebih sedikit disetiap makanannya, dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi makanan dengan cepat.

Salah satu kiat yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal ini ialah menikmati setiap gigitan dan fokus pada makanan tersebut. Bahkan hal ini didukung langsung oleh studi PLOS One, mereka menemukan bahwa orang yang fokus pada suatu makanan, dengan gigitan kecil dalam mengkonsumsi makanan sekitar 30 persen lebih sedikit.

Makan Saat Stres Emosional

Ditemukan bahwa seseorang yang merespon stres emosional dengan mengkonsumsi makanan, maka 13 kali lebih memungkinkan untuk mengalami kelebihan berat badan, bahkan obesitas.

Maka dari itu, jika kamu merasa ada dorongan untuk makan sebagai respon penangkal stres yang sedang dirasakan, maka coba untuk mengalihkan pikiran dengan mengunyah permen karet, atau meminum segelas air hingga berjalan-jalan santai. Sebisa mungkin, buatlah respon otomatis yang tak mengarah pada makanan.

Tidak Minum Cukup Air

Menurut Ilmu Sains Kebiasaan Buruk Ini Dapat Menimbulkan Lemak Diperut

Kurangnya asupan air yang diminum juga dapat menyebabkan penimbunan lemak diperut. Sebagaimana kitaketahui, bahwa asupan air sangatlah penting untuk semua fungsi tubuh, saat kita semakin banyak minum, maka akan semakin baik peluang dalam menghilangkan lemak perut.

Kamu bisa coba meminum dua cangkir air mineral, sebelum makan maka akan berpengaruh dengan hilangnya berat badan hingga 30 persen lebih banyak. Dari sekarang cobalah minum, setidaknya segelas air mineral sebelum duduk, dan setiap kali makan guna mengurangi konsumsi kalori berlebih.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *